Showing posts with label Bahsul Masail. Show all posts
Showing posts with label Bahsul Masail. Show all posts

Inilah 5 Kesaktian Mbah Fanani Dieng



Dieng merupakan daerah yang terkenal dengan candi dan wisata alamnya. Banyak orang dari berbagai daerah, bahkan luar negeri mengunjungi dataran tinggi Dieng karena ingin melihat keindahan wisata tersebut.
 
Sama dengan para wisata yang lain, beberapa hari lalumerdeka.com mengunjungi daerah yang sangat dingin itu. Saat mencari penginapan, ada pemandangan unik di Jalan Raya Dieng, RT 1 RW 1, Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah itu.
 
Sebuah tenda terbuat dari terpal berdiri di depan rumah warga tepat di pinggir jalan tersebut. Saat bertanya kepada warga soal tenda itu, ternyata di dalamnya ada ‘penghuni’ yang sudah 19 tahun tinggal menetap. Dia adalah Mbah Fanani, begitu warga menyebutnya.
 
 
Berikut Inilah 5 Kesaktian Mbah Fanani Dieng
 
1. Mbah Fanani pernah ditemui di Makkah
 
ercaya atau tidak, banyak orang meyakini kesaktian Mbah Fanani. Salah satu cerita disampaikan oleh Taifin, ketua RT 1/RW 1 Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia bersama istrinya menceritakan Mbah Fanani pernah ditemui di Makkah, Arab Saudi, oleh seorang warga Banjarnegara.
 
“Pernah ada yang ketemu Mbah Fanani di Makkah. Waktu itu cleaning service Ka’bah yang ketemu, kebetulan dia itu orang Banjarnegara. Katanya pas dia ngepel lantai sekitar Ka’bah ketemu dan kenalan. Dia ngaku namanya Mbah Fanani dan tinggal di Dieng. Nah pas si cleaning service pulang kampung, dia ke sini nyari Mbah Fanani terus pas ditemuin katanya emang benar dia (Mbah Fanani) yang waktu di Makkah ketemu,” kata Taifin.
 
Warga pun kemudian merasa heran mendengar pengakuan tersebut. Sebab, selama ini Mbah Fanani diketahui hanya berdiam diri di tenda dan tak pernah terlihat pergi ke mana pun. Jangankan ke Makkah, sepengetahuan dia, Mbah Fanani 19 tahun tidak pernah keluar dari tenda.
 
“Memang kalau secara logika itu sulit untuk dipercaya. Tapi kenyataannya ada yang ngaku begitu dan sampai datang ke sini,” ujar Taifin.
 
Hingga kini belum diketahui secara pasti asal usul Mbah Fanani. Namun, ada beberapa orang yang mengaku keluarga dan menyebut bahwa dia berasal dari Cirebon, Jawa Barat.
 
2. Setiap masuk waktu salat, Mbah Fanani menghilang dari tenda
 
Bicara soal hal mistis maupun gaib bisa percaya atau tidak. Seperti yang terjadi dengan Mbah Fanani. Konon dia tidak pernah ada di tendanya saat masuk waktu salat lima waktu.
 
“Kalau pas salat 5 waktu, Mbah Fanani juga enggak pernah ada di tendanya. Dia hilang enggak tahu ke mana,” kata istri Taifin, Ketua RT 1/RW 1, Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
 
Soal adanya pengakuan dari berbagai pihak soal kesaktian Mbah Fanani, Taifin tidak pernah menyangkalnya. Namun, dia percaya semua ketentuan sudah diatur oleh Allah S.W.T.
 
“Dibilang sakti ya sakti, bukti kesaktiannya yang bisa dilihat oleh mata yaitu belasan tahun hidup di tenda terpal enggak pakai alas. Kehujanan, kepanasan, padahal dingin banget di sini, dia bisa bertahan. Mungkin kalau orang kaya kita, sebulan sudah meninggal. Itulah yang bisa dilihat saktinya. Kalau yang lainnya bisa mendatangkan rezeki atau jodoh atau yang lainnya, kurang tahu. Yang merasakan yang suka datang. Kalau warga sini, percaya enggak percaya. Saya mah wallahualam,” kata Taifin.
 
Mbah Fanani sudah bertapa selama 19 tahun di Jalan Raya Dieng, RT 1/RW 1, Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Dalam menjalani ritual bertapa, Mbah Fanani tetap makan dan minum seperti biasa. Makanan setiap hari diberikan oleh warga yang rumahnya berada di belakang tenda Mbah Fanani.
 
Hingga kini belum diketahui secara pasti asal usul Mbah Fanani. Namun, ada beberapa orang yang mengaku keluarga dan menyebut bahwa dia berasal dari Cirebon, Jawa Barat.
 
 
 
3. Tenda Mbah Fanani dilempar botol minum, pelakunya kecelakaan
 
Berbagai cerita diungkapkan beberapa saksi soal kelebihan Mbah Fanani memang sulit dipercaya. Namun, meski demikian, warga Dieng menegaskan semua cerita itu tanpa rekayasa. Entah kebetulan atau pun tidak, cerita di balik mistis sosok Mbah Fanani diungkap oleh Narti (36), warga yang rumahnya berada di depan tenda Mbah Fanani.
 
Menurut Narti, dulu pernah ada orang dari melempar botol minuman ke depan tenda Mbah Fanani dari dalam mobil. Tak lama setelahnya, mobil itu kecelakaan.
 
“Pernah ada orang ngelempar botol air mineral ke depan tenda Mbah Fanani, terus pas di perjalanan, orang itu katanya ngerasa gelap, enggak bisa lihat apa-apa, dan akhirnya kecelakaan,” kata Narti saat ditemui beberapa waktu lalu.
 
Selain itu, lanjut Narti, ada sebuah mobil yang bannya bocor, tiba-tiba ban itu melayang di atas tenda Mbah Fanani. Warga yang menyaksikan berteriak karena menduga ban tersebut akan jatuh tepat ke atas tenda Mbah Fanani.
 
“Tapi ternyata ban itu melewati tendanya Mbah Fanani, semua yang melihat takut kalau bakal kena Mbah,” tuturnya.
 
Warga pun dibuat heran saat ban tersebut bisa melewati tenda Mbah Fanani. Padahal jika dilihat arah jatuhnya ban, sudah pasti menimpa tenda Mbah Fanani.
 
4. Mbah Fanani bisa rasakan aura negatif para tamu
 
Mbah Fanani sosok orang terbilang unik. Sebab, selama 19 tahun dia hanya diam tak pernah berkomunikasi apapun. Dari keunikan itu, malah banyak orang berdatangan menemuinya. Tapi ternyata, tidak semua orang yang bisa masuk ke dalam tenda untuk menemuinya.
 
Bukan karena dia menakutkan atau menyeramkan, konon dia bisa merasakan jika orang yang datang bertujuan tidak baik. Mbah Fanani akan mengusir dengan kode lambaian tangan atau jarinya. Namun apa bila batinnya merasa orang tersebut baik, maka Mbah Fanani pun akan mengajak masuk dengan lambaian jarinya pula.
 
“Dia tahu kalau kira-kira orang yang datang tujuannya enggak baik, Mbah Fanani pasti enggak mau (ditemui) dan ngusir,” kata Narti (36) warga sekitar, saat ditemui beberapa hari lalu.
 
Tak hanya itu, warga sekitar pun tidak semua bisa mendekatinya. Mbah Fanani pernah menolak beberapa warga dianggap kurang pas di hatinya, ketika akan memberi makan atau membersihkan tendanya.
 
“Bukan cuma tamu, sama warga di sini juga ada yang enggak mau kalau dikasih makan atau bersihin tendanya. Yang setiap hari ngasih ya ibu Uripah, yang punya rumah belakang tendanya,” ujar Narti.
 
Bahkan, jika Mbah Fanani tidak ikhlas, setiap tamu yang berkunjung lalu meminta foto maka hasilnya tidak terlihat.
 
“Kalau enggak ikhlas foto juga enggak kelihatan. Saya sering lihat tamu foto tapi hasilnya enggak ada. Sering saya lihat begitu,” kata Widodo (55), salah seorang warga.
5. Banyak orang sowan ke Mbah Fanani konsultasi
 
Keberadaan Mbah Fanani yang bertapa di Jalan Raya Dieng, RT 1/RW 1, Desa Diengkulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, membuat banyak orang dari berbagai daerah berdatangan. Pria yang tak pernah bicara itu dianggap memiliki kesaktian dan kemampuan di luar akal manusia.
 
Seperti yang diungkapkan Widodo (55) salah satu warga setempat. Dia menceritakan, dulu kakak perempuannya pernah kehilangan kalung saat bertani di ladang. Lalu dia mendatangi Mbah Fanani menceritakan kejadian yang dialaminya dan berharap kalungnya bisa ditemukan.
 
“Waktu itu, mbak saya pernah kalungnya hilang di ladang, terus dia datang ke Mbah Fanani minta tolong. Eh besoknya tiba-tiba kalung itu ketemu,” kata Widodo saat ditemui pekan lalu.
 
Selain itu, Widodo pernah mencoba datang ke Mbah Fanani meminta nomor togel. Namun saat itu Mbah Fanani hanya menunjuk ke luar.
 
“Saya juga pernah minta rezeki, saya bilang ‘Mbah, saya minta rizki, minta nomor’, tapi dia nunjuk ke luar pas ada mobil lewat. Saya pikir apa nomor mobil yang lewat atau saya suruh keluar. Tapi saya lihat mobil udah jauh,” ujarnya.
 
Meskipun tidak mengetahui pasti tujuan tamu yang datang ke Mbah Fanani, namun dari pengamatan Widodo, dia menduga mereka datang sama seperti dirinya, yaitu meminta rizki atau pun jodoh.
 
“Paling yang pada datang juga sama, minta jodoh juga mungkin. Beberapa hari lalu malah ada cewek pakai baju seksi terus dandanan menor datang. Saya rasa cewek nakal, datang ke si Mbah. Udah gitu lama banget, ada kali sejam enggak keluar-keluar. Saya juga sempat heran itu cewek kok lama, terus minta pemuda intip dia ngapain, eh ternyata enggak ngapa-ngapain. Mungkin minta jodoh kali hehe,” ucap Widodo sambil berseloroh.
 
Dipercaya atau tidak Mbah Fanani konon bisa membantu kesulitan dan permintaan tamu. Oleh karena selama 19 tahun tenda Mbah Fanani tak pernah sepi dari pengunjung.

Rahasia Dibalik Kelamin dan Bibir Wanita

Dalam Islam semua hal yang berkaitan dengan kelanggengan rumah tangga dibahas secara detail, mulai memilih calon isteri sampai kehidupan berumah tangga, salah satunya tips mengetahui bentuk bagian... 


Berikut adalah penjelasan dari kitab Fathul Izar karya KH. Abdullah Fauzi Pasuruan yang menerangkan bentuk kelamin wanita dan bagian intim lainnya.

بيان أسرار خلقة الأبكار
قال أهل الفراسة والخبر بالنساء اذا كان فم المرأة واسعا كان فرجها واسعا اذا كان صغيرا كان فرجها صغيرا ضيقا قال من بحر الطويل:
إذا ضاق فم البكر ضاقت فروجها * وكان لفمها شعار لفرجها
وان كانت شفتاها غليظتين كان شفراها غليظتين وان كانتا رقيقتين كانتا رقيقتين وان كانت السفلى رقيقة كان فرجها صغيرا وان كان فم المرأة شديد الحمرة كان فرجها جافا عن الرطوبة وان كانت حدباء الأنف فهي قليلة الغرض في النكاح وان كانت طويلة الذقن فإنها فاتحة الفرج قليلة الشعر وان كانت صغيرة الحاجب فإنها غامضة الفرج وان كانت كبيرة الوجه غليظة الضفائر دل ذلك على صغيرة العجيزة وكبير الفرج وضيقه وإذا كثر شحم ظاهر قدمها وبدنها عظم فرجها وكانت مخطوبة عند زوجها واذا كانت ناتئة الساقين في الصلبة فإنها شديد الشهوة لاصبر لها عن الجماع وان كانت عينها كحيلة كبيرة فإنها يدل على ضيق الرحم وضعير العجيزة مع عظم الكتف يدلان على عظم الفرج
Para ahli firasat dan ahli pengetahuan yang berkaitan dengan perempuan berkata:
– Jika mulut perempuan lebar, maka kemaluannya pun lebar. Jika mulutnya kecil, maka kemaluannya pun kecil dan sempit. Terdapat nadzhom dalam bahar thowwil:
إذا ضاق فم البكر ضاقت فروجها * وكان لفمها شعار لفرجها
“Apabila seorang perawan sempit mulutnya, maka sempit pula vaginanya. Demikian ini memang mulut seorang perawan itu menjadi pertanda dari bentuk dan keadaan vaginanya.”
– Jika kedua bibirnya tebal, maka dua sisi kemaluannya pun tebal. Jika kedua bibirnya tipis, maka tipis pula kedua sisi kemaluannya.
– Jika bibir terbawahnya tipis, maka kemaluannya kecil.
– Jika mulut perempuan warnanya sangat merah, maka kemaluannya kering tanpa basah.
– Jika perempuan hidungnya mancng, maka keinginannya untuk menikah kecil.
– Jika perempuan panjang dagunya, maka kemaluannya terbuka serta bulu kemaluannya sedikit.
– Jika perempuan tipis alisnya, maka kemaluannya tertutup (rapat).
– Jika perempuan besar wajahnya, tebal kuku-kukunya, maka itu menunjukan kecil pantatnya, besar kemaluannya serta sempit.
– Jika perempuan banyak lemak pada telapak kaki dan badannya, maka pertanda besar vaginanya.
– Jika perempuan menonjol dua betis yang ada pada tulang punggungnya, maka syahwatnya sedang kuat dan tidak sabar untuk bersetubuh.
– Jika perempuan matanya dicelaki besar maka sesungguhnya itu menunjukan pada sempitnya rahim dan kecilnya pantat serta besarnya pundak yang keduanya menunjukan besarnya kemaluan.
Itulah pendapat ulama tentang rahasia bibir dan vagina wanita dalam Kitab Fath Al-Izar, berfikirlah positif dan buktikan pada isteri anda sendiri. 
Sejatinya kebahagian hubungan suami istri bukanlah ditentukan oleh hubungan intim (jimak) apalagi bentuk vagina istri. Melainkan kebahagian lahir batin karena keshalihan suami dan keshalehahan istri dalam membangun mahligai keluarga dengan baik dan saling jujur serta percaya pada masing-masing pasangan. Wallahu a’lam
 

Kecelakaan di Mississipi, Tiga WNI Tewas, Dua Luka-Luka


TRIBUNNEWS.COM, MISSISSIPI - Kecelakaan lalu lintas terjadi di highway I-10 antara Mississipi dan Lousiana, Hancock County, Mississipi, Minggu (2/5/2016) pukul 21.00 waktu setempat.

Konsul Jenderal RI Houston, Henk Soriansong melaporkan, lima warga negara Indonesia menjadi korban dalam kecelakaan tersebut.

"Lima WNI dalam satu kendaraan. Tiga orang di antaranya meninggal dunia dan dua orang luka parah," ujar Henk melalui keterangan resmi Kementerian Luar Negeri RI yang diterima Kompas.com, Kamis (5/5/2016).

Saat ini, dua jenazah WNI berada di Edmund Fahey Funeral Home, Bay St. Louis, Mississipi. Sedangkan satu jenazah WNI lainnya berada di New Orleans Coroner Office.

Sementara itu, dua WNI yang mengalami luka serius tengah ditangani di dua rumah sakit berbeda, yaitu di Memorial Hospital di gulfport, Mississippi dan di University Medical Center, New Orleans.

Setelah menerima berita tersebut, tim perlindungan WNI KJRI Houston bertolak ke lokasi di St Bay Louis, Mississipi dan New Orleans, Lousiana. (Kompas/Nabilla Tashandra)

Perusahan Ini Mengaku Bisa Menghidupkan orang Mati

Liputan6.com, Los Angeles - Di masa depan, ketika tubuh manusia mati, maka segala ingatan yang terekam dalam otak bisa dialihkan kepada bentuk kehidupan baru menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Seakan-akan orang itu hidup kembali dalam ‘tubuh’ yang lain.

Gagasan nyeleneh ini dikutip dari laporan lawas IFL Science pada Rabu (4/5/2016). Suatu perusahaan mengumumkan maksudnya membangkitkan orang mati dengan cara menyimpan segala ingatan orang itu dan menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) untuk kembali menghidupkan orang itu.

Perusahaan bernama Humai itu, pada saat pelaporan, masih belum membeberkan perinciannya. IFL Science juga belum bisa memastikan apakah ini masih sekedar akal-akalan pemasaran.

Yang jelas, perusahaan ini mengatakan bahwa mereka ingin menyimpan “gaya pembicaraan, pola perilaku, proses berpikir, dan informasi fungsi tubuh seseorang secara keseluruhan” ke dalam keping silikon dengan menggunakan AI dan teknologi nano, demikian menurut situs webnya,

Semua informasi itu kemudian dapat “disandikan ke dalam beberapa teknologi sensor yang akan disisipkan ke dalam tubuh buatan dengan otak dari orang yang sudah meninggal tadi.”

Josh Bocanegra, CEO perusahaan itu, mengatakan dalam wawancaranya dengan PopSci bahwa mereka “yakin bisa pertama kalinya membangkitkan orang mati dalam 30 tahun ke depan.”

Ia juga menjelaskan prosesnya dan mengatakan akan menggunakan teknologi kryonik (suhu sangat rendah) untuk membekukan dan menyimpan otak seseorang yang telah meninggal dan mengawetkannya hingga teknologi itu siap untuk memasukannya ke dalam tubuh buatan.

Saat ini, bentuk tubuh buatan itu sendiri belum begitu pasti dan logistik untuk menyalin informasi neural seseorang juga masih bersifat fiksi ilmiah. Namun demikian, perusahaan itu cukup yakin sehingga bahkan menduga bahwa pada suatu hari nanti, kematian adalah pilihan.

Berbicara kepada IEET, Bocanegra menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan AI lainnya mencoba membuat versi virtual orang setelah mereka meninggal. Tapi, perusahaannya adalah yang pertama membangkitkan orang mati untuk hidup kembali.

“Saya kira, batu nisan, foto, video, dan bahkan kenangan bukanlah cara-cara terbaik untuk mengingat seseorang yang telah meninggal,” katanya. “Sebaliknya, saya kira versi AI untuk seseorang yang kita sayangi lebih diinginkan, apalagi kita bisa berinteraksi menggunakan teks dan suara.”

Semoga bukan sekedar iklan untuk lanjutan film AI garapan Steven Spielberg.

Heboh, Ada Tangan di Payudara Ayu Ting Ting


SETELAH heboh foto mesranya dengan Raffi Amhad di media sosial, kini artis cantik Ayu Ting Ting kembali buat sensasi di Instagram. Kali ini soal penampakan tangan yang akan megang payudaranya.

Foto yang diunggah akun @aytingliciousgesekgrepe tersebut nampak Ayu Ting Ting tengah bersama dengan Bopak Castello. Namun yang menjadi perhatian netizen bukan soal kebersamaan Ayu dengan Bopak, melainkan penampakan tangan yang tengah memegang payudara Ayu Ting Ting.

Netizen pun dibuat penasaran dengan penampakan tangan yang menutupi payudara Ayu Ting Ting tersebut.



“Tngan syapa itu pnsran,” tanya akun @evicul penasaran. “Hahaha , tangan siapa itu @qialia,” ujar @wiiwii_martiya. “Itu yg pegang susu ayu siape dah,” sambung @sanalsartorius.

“Salah fokus ke tangan y di belakang,,btw itu tangan siapa ya???hahaha,” komen akun @ratu_rizkya.

Lantas tangan siapa yang menutupi payudara Ayu Ting Ting? Jika dilihat dari foto yang diunggah haters Ayu Ting Ting tersebut, ternyata kedua tangan yang menutupi payudara Ayu tersebut merupakan tangan Julia Perez (Jupe).

“Itu mah tangan ny si jupe,” komen @rozameliyani. “Tangan e jupe,” sambung akun @teenbear1289 yang turut berkomentar penampakan tangan yang menutupi payudara Ayu Ting Ting yang beredar di Instagram.

Kemunculan Lafal Allah Alloh Di Langit Terbaru Kemarin Siang


KANG MUNDIR. Ujung penutup aksi unjuk rasa buruh yang ada di depan Gedung Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan, sedikit istimewa. Sebab, saat aksi ditutup doa oleh tokoh agama yang ada di pemerintahan Provinsi Jawa Timur, muncul suatu fenomena alam yang membuat takjub buruh.

Termasuk aparat dari polisi Polrestabes Surabaya, Brimob Polda Jatim dan TNI Angkatan Darat yang ikut mengamankan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur, melihat langit. Ada awan yang berbentuk huruf arab dengan lafaz Allah.

Mereka yang ada di sekitar gedung Gubernur Jawa Timur langsung berhenti sejenak, sekitar 5 menit. Setelah itu mereka langsung memanfaatkan momen fenomena alam yang belum tentu muncul sekarang, dengan menggunakan ponselnya.

Momen tersebut juga langsung disaksikan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, yang saat berada di panggung rakyat untuk buruh di depan kantor Gubernuran. Diapun, jika meminta kepada semua buruh untuk menyaksikan fenomena goresan awan yang bertuliskan lafaz Allah.

"Tolong musiknya berhenti dulu. Lihat ke atas, itu awannya bertuliskan lafaz Allah," terang pria yang akrab disapa dengan nama sebutan Gus Ipul tersebut, Minggu (1/5).

Bolehkah Kurban Aqiqah Menggunakan Ayam

Kurban Aqiqah Menggunakan Ayam

Assalamu’alaikum wr. wb. Pak ustad Atau Kang Mundir kami ini orang yang hidupnya pas-pasan. Setiap datang Idul Adha kami selalu mendapatkan jatah daging qurban dari panitia qurban di kampung kami. Setiap Idul Adha pula kami selalu berkeingin untuk melakukan qurban seperti yang lainnya. Tapi keadaan kami yang tidak memungkinkan.
Bahkan kami juga sampai sekarang belum mengaqiqahi anak kami yang berumur tiga tahun. Yang ingin kami tanyakan apakah pada saat Idul Adha sampai hari Tasyriq dimana kami bisa mencukupi seluruh kebutuhan keluarga kemudian ada kelebihan, tetapi kelebihan tersebut hanya bisa untuk membeli ayam, apakah  ada pendapat yang memperbolehkan qurban dengan ayam? Begitu juga aqiqah dengan Ayam? Atas penjelasannya kami sampaikan terimakasih. Wassalamu’alaikum wr. wb (Mahmud/Ujung Kulon-Banten)  

Jawaban
Wa’alaikum salam wr.wb. Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa berqurban hukumnya adalah sunnah mu`akkad. Kesunahhan ini tentunya tidak bisa diberlakukan kepada setiap orang, tetapi bagi yang memang sudah memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Seperti, orang yang mampu.
Dalam konteks ini yang dimaksudkan orang yang mampu adalah orang yang memang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri dan keluarganya serta memiliki kelebihan untuk berqurban pada hari hari Idul Adha dan hari-hari Tasyriq (11, 12, 13 Dzulhijjah) karena itu merupakan waktu untuk berqurban.  

 وَالْمُرَادُ بِهِ مَنْ يَقْدِرُ عَلَيْهَا فَاضِلَةً عَنْ حَاجَتِهِ وَحَاجَة مُمَوَّنِهِ يَوْمَ الْعِيدِ وَأَيَّامَ التَّشْرِيقِ لِأَنَّ ذَلِكَ وَقْتُهَا

“Dan yang dimaksud ‘orang yang mampu’ adalah orang yang mampu berqurban sebagai kelebihan dari kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya pada hari Idul Adha dan hari-hari Tasyrik karena itu merupakan waktu berqurban” (Al-Bakri Muhammad Syatha ad-Dimyati, I’anah ath-Thalibin, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 2, h. 330)
Mengenai qurban dengan ayam memang ada yang membolehkan. Pandangan ini dasarkan kepada kepada Ibnu Abbas ra sebagaimana dipaparkan Ibrahim al-Baijuri dalam Hasyiyah-nya.

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ يَكْفِي إِرَاقَةُ الدَّمِ وَلَوْ مِنْ دَجَاجٍ أَوْ إِوَزٍّ كَمَا قَالَ الْمَيْدَانِيُّ وَكَانَ شَيْخُنَا رَحِمَهُ اللهُ يَأْمُرُ الْفَقِيرَ بِتَقْلِيدِهِ وَيُقِيسُ عَلَى الْأُضِحِيَّةِ العَقِيقَةَ وَيَقُولُ لِمَنْ وُلِدَ لَهُ مَوْلُودٌ عَقَّ بِالدِّيَكَةِ عَلَى مَذْهَبِ ابْنِ عَبَّاسٍ

“Dari Ibnu Abbas ra bahwa sesungguhnya qurban itu cukup dengan mengalirkan darah walaupun dari ayam atau angsa sebagaimana yang dikemukakan al-Maidani. Sedangkan guru kami rahimallahu menganjurkan orang fakir untuk bertaklid kepada pendapat tersebut. Beliau menganalogikan aqiqah dengan qurban, dan mengatakan boleh bagi orang yang memiliki anak untuk beraqiqah dengan ayam jantan menurut madzhab Ibnu Abbas” (Ibrahim al-Baijuri, Hasyiyah al-Baijuri, Bairut-Dar al-Kutib al-‘Ilmiyyah, cet ke-2, 1420 H/1999 M, juz, 2, h. 555)
Pandangan Ibnu Abbas ra ini bisa dibaca dalam konteks ada seseorang yang hidup sehari-harinya pas-pasan tetapi pada saat Idul Adha sampai hari-hari Tasyriq ternyata kebutuhan dasar dirinya dan keluarganya tercukupi. Seperti yang digambarkan dalam pertanyaan di atas. Namun kelebihan yang  dimiliki tidak cukup untuk membeli kambing, tetapi hanya bisa untuk membeli ayam, sedang ia kepengin berqurban. Maka jika mengacu kepada pendapat Ibnu Abbas ra berqurban dengan ayam bisa diperbolehkan, begitu juga dengan aqiqah. Meskipun mayoritas ulama menyatakan tidak sah berqurban dan beraqiqah dengan ayam.
Demikian penjelasan singkat yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, dan saran kami pertahankan terus keinginan dan semangat untuk berqurban. Sebab, keinginan itu menunjukkan anda adalah orang sebenarnya mau berbagi dengan sesama. Dan kami do`akan semoga dengan diiringi semangat dan tekad kuat mimpi anda berqurban dengan kambing bahkan sapi bisa terwujud. ( Kang Mundir )

Hukum Menjual Daging Kurban


Hukum Menjual Daging Kurban



Assalamu’alaikum warahamtullah wabarakatuh. Ustad Atau Kang Mundzir, saya mau bertanya: Sebagaimana yang sering terjadi dalam kepanitiaan qurban, menjelang siang hari waktu penyembelihan, mereka (panitia) menggunakan sebagian daging untuk dimasak dan dimakan bersama-sama, atau ada yang menjual sebagian daging qurban untuk membeli bumbu dalam rangka untuk makan siang panitia.

Pertanyaan saya bolehkah hal itu dilakukan?dan apa hukum memakan masakan panitia tersebut? Terima kasih. (Bagya, Jakarta Pusat)
___
Wa’alaikumsalam warahamatullah wabarakatuh. Saudara penanya yang dimuliakan Allah SWT. Pada dasarnya ibadah qurban dianjurkan kepada orang yang mampu melaksanaknnya untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan yakni para faqir dan orang-orang yang sengsara.
Hal ini sebagaimana disinyalir dalam firman Allah swt dalam surat al-Hajj ayat 28;
 فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
Artinya: maka makanlah sebagaian darinya (hewan qurban) dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan oleh orang-orang yang sengsara dan fakir.
Dari ayat ini kemudian para ulama terutama madzhab Syafi’iyah membuat rambu-rambu bahwa seorang yang berqurban (selain qurban nadzar) dianjurkan untuk memakan sebagian daging qurban yang telah disembelih sekedarnya saja, dan yang lain dibagikan kepada yang membutuhkan.
Disamping itu orang yang berqurban tidak diperkenankan untuk menjual daging maupun kulit hewan yang disembelihnya meskipun untuk biaya penyembelihan (ongkos tukang jagal dan sebagainya).
Bapak Bagya yang kami hormati. Mengingat panitia qurban yang dibentuk selama ini merupakan kepanjangan tangan dari pihak yang berqurban (wakil), maka hukum yang sama juga diberlakukan kepadanya, artinya daging qurban boleh dipergunakan untuk makan siang dan panitia tidak diperbolehkan menjual daging sembelihan meskipun hanya untuk membeli bumbu.
Oleh karena itu, guna menyiasati masalah seperti ini, banyak kepanitian yang membuat kebijakan untuk menerima hewan qurban disertai biaya yang dibebankan kepada orang yang berqurban mulai dari perawatan serta biaya-biaya operasinal lainnya. Hal ini guna menghindari terjadinya penjualan daging qurban serta pembagian daging yang lebih meluas.
Inisiatif seperti ini tentu dibenarkan dalam kacamata fiqih madzhab Syafi’i. Solusi yang lain adalah diantara panitia, selain ada yang menjadi wakil, disiapkan pula panitia yang menyediakan dirinya untuk menjadi mustahiq (orang yang berhak menerima) daging qurban agar ia mempunyai keleluasaan untuk memanfaatkannya. Ia boleh memasaknya dan juga boleh menjualnya.
Alternatif berikutnya adalah dengan mengikuti madzhab Hanafi yang memperbolehkan penjualan daging qurban oleh pelakunya (orang yang berqurban) sesuai dengan manfaat yang diperlukan baik dalam penyelenggaraan penyembelihan maupun pembagiannya kepada masyarakat.
Rujukan yang kami gunakan adalah kitab Kifayatul-Ahyar karya Abu Bakar bin Muhammad al-Husaini:
 وَاعْلَم أَن مَوضِع الْأُضْحِية الِانْتِفَاع فَلَا يجوز بيعهَا بل وَلَا بيع جلدهَا وَلَا يجوز جعله أُجْرَة للجزار وَإِن كَانَت تَطَوّعا ...وَعند أبي حنيفَة رَحمَه الله أَنه يجوز بَيْعه وَيتَصَدَّق بِثمنِهِ
Artinya: “Dan ketahuilah bahwa fungsi hewan qurban adalah untuk dimanfaatkan. Oleh karena itu tidak diperbolehkan menjualnya, tidak diperbolehkan pula menjual kulitnya dan juga tidak boleh menjadikan hasil penjualan untuk upah tukang jagal meskipun qurban sunnat (bukan qurban nadzar) dst… Menurut Abi Hanifah, menjual daging qurban dan menyedekahkan uang hasil penjualannya hukumnya boleh.”
Seperti telah disampaikan di atas, kami menyarankan, panitia qurban menyiapkan biaya khusus yang dibebankan kepada orang yang berqurban atau keluarganya untuk biaya perawatan serta biaya-biaya operasinal lainnya. Itu pun jika diperlukan biaya, agar tidak perlu menjual daging qurban. Wallahu a’lam.
Demikian jawaban dari kami, mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Sholat Di Akhir Waktu

Sholat Di Akhir Waktu

Sungguh tulisan ini tidak bermaksud menggampangkan (tasahul) dalam urusan waktu shalat. Hanya ingin nengatakan dan memberikan penjelasan bagi mereka yang sering tertinggal shalatnya agar segera menindakkannya. Karena waktu shalat itu disediakan dari awal hingga akhir. Selama belum tiba waktu shalat yang lain, pintu shalat masih tetap terbuka.
Jangan pernah beranggapan bahwa qadha shalat (menghutang shalat) lebih baik dari pada shalat di akhir waktu, karena pemahaman seperti itu adalah sangat salah. Ketahuilah bahwa shalat tepat pada awal waktu sama artinya dengan meraih ridha Allah swt. sedang shalat di akhir waktu hanya mengharap ampunan dari-Nya.

ويجوز تأخير الصلاة الى اخر الوقت لقوله صلى الله عليه وسلم اول الوقت رضوان الله واخره عفو الله ولانا لولم يجوز التأخير لضاق على الناس فسمح لهم بالتأخير
Dan dibolehkan mengakhirkan shalat hinngga akhir waktunya, karena sabda Rasulullah saw awal waktu itu ridlanya Allah dan akhirnya itu maafnya Allah. dan jika sekiranya kita tidak diperbolehkan ta’khir, maka itu merupakan keribetan manusia, maka dimaafkanlah menta;khirkan shalat
Teks di atas menunjukkan betapa ridha Allah itu disiapkan bagi mereka yang melakukan shalat di awal waktu, dan ampunan Allah swt bagi mereka yang shalat di akhir waktu. Maka Jelas berbeda antara ampunan dan ridha. Jika kata ridha mengandung nilai tambah yang diperoleh seorang hamba dari shalatnya, semacam buah tangan. Adapun ampunan hanya semacam pengertian atau pemakluman dari Allah swt. akan kemurahan-Nya kepada mereka yang telat shalatnya.
Sebagaimana sistem "remunerasi" yang memberi (gaji tambahan) bagi mereka yang datang lebih awal dan aktif bekerja dan hanya sebatas pengertian (tanpa imbalan tambahan) bagi mereka yang bermalas-malasan. Artinya ampunan yang diberikan oleh Allah kepada hambanya yang mengakhirkan shalat dapat dimaknai sekedar pembebasan seorang hamba dari dosa (karena telah teledor menghadiri panggilan-Nya dalam sahalat). Oleh karena itu seorang hamba yang dalam hidupnya memiliki motifasi tinggi dalam usahanya mendekatkan diri pada Allah swt. pastilah akan lebih bersemangat mengejar ridhanya dari pada sekedar menghindarkan diri dari siksa-Nya. Sebagaimana dalam An-Nashaikh ad-Diniyah wal Washaya al-Imaniyyah:

ومن المحافظة على الصلاة والاقامة لها المبادرة بها فى اول مواقيتها وفى ذالك فضل عظيم وهو دليل على محبة الله وعلى المسارعة فى مرضاته ومحابه  
Dan salah satu usaha menjga shalat adalah bersegera mendirikannya pada awal waktu. Sungguh di situlah terdapat fadhilah yang agung. Dan sekaligus juga merupakan bukti kecintaan seseorang kepada Allah swt, dan kecintaan atas hal-hal yang diridhainya.

Beser atau Keluar Air Kencing Waktu Sujud


Pusat Pulsa Termurah

Assalamu'alaikum wr wb. Apakah air kencing orang dewasa yang keluar beberapa saat setelah kencing (ngecrit) itu najis? dan keluarnya sangat sedikit, mengingat hal tersebut merupakan suatu kesulitan, mau melaksanakan sholat saja bisa sampai 3 x wudhu dan sholat, bahkan lebih, terutama keluar ada saat mau sujud dan berdiri. Masalah ini juga akan lebih sulit lagi bila dalam perjalanan. bisakah dima'fu? (Abi Faiq)

Wa'alaikum salam wr wb

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Setelah kami membaca pertanyaan di atas maka dapat kami tarik kesimpulan bahwa yang dimaksudkan adalah beser. Dalam pemahaman kami, anda termasuk orang yang selalu mengalami hadats (da`im al-hadats). Dan dalam konteks ini adalah hadats kecil, berupa air kencing. Maka anda disebut salis al-baul (orang yang tidak bisa menahan air kencing), sedangkan air kencingnya yang tidak bisa ditahan disebut dengan istilah salas al-baul.
Salas al-baul jika itu sedikit sebagaimana dikemukakan alam pertanyaan di atas termasuk najis yang dima’fu atau dmaafkan. Hal ini berdasarkan keterangan dari Ibnu ‘Imad sebagimana dikemukakan oleh Ibnu Hajar al-Haitsami dalam kitab al-Fatawi al-Kubra.

قَالَ ابْنُ الْعِمَادِ وَيُعْفَى عَنْ قَلِيلِ سَلَسِ الْبَوْلِ فِي الثَّوْبِ  وَالْعِصَابَةِ بِالنِّسْبَةِ لِتِلْكَ الصَّلَاةِ خَاصَّةً .وَأَمَّا بِالنِّسْبَةِ لِلصَّلَاةِ الْآتِيَةِ فَيَجِبُ غَسْلُهُ أَوْ تَجْفِيفُهُ وَغَسْلُ الْعِصَابَةِ أَوْ تَجْدِيدُهَا بِحَسَبِ الْإِمْكَانِ
.
“Ibn al-‘Imad berkata, dan dima’fu sedikitnya air kencing yang tidak bisa ditahan keluarnya (beser) yang menimpa pakaian dan pembalut dengan disinbatkan khusus kepada shalat yang yang sedang dijalani, adapun untuk shalat selanjutnya maka wajib dibasuh atau dikeringkan, dan membasuh pembalut atau menggantinya dengan yang baru sesuai dengan kemampuan” (Ibnu Hajar al-Haitami, al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra, Bairut-Dar al-Fikr, tt, juz, 1, h. 166)
Ini artinya, ketika seseorang sedang menjalankan shalat kemudian keluar salas al-baul sedikit tidak membatalkan shalat. Namun untuk shalat yang berikutnya wajib dibasuh atau dikeringkan. Dan membasuh pembalut atau mengganti pembalu sebisa mungkin.
Jika melihat kondisi Anda, dimana salas al-baul itu keluar dan tak bisa ditahan ketika sujud dan mau berdiri, maka solusinya adalah dengan melakukan shalat sambil duduk untuk menjaga agar tetap suci dan tidak perlu mengulang shalatnya. Ini adalah pendapat yang paling sahih menurut al-Baghawi penulis kitab at-Tahdzib sebagaimana dikemukan an-Nawawi dalam Raudlah ath-Thalibin.  

وَقَالَ صَاحِبُ التَّهْذِيبِ لَوْ كَانَ سَلَسُ الْبَوْلِ بِحَيْثُ لَوْ صَلَّي قَائِمًا سَالَ بَوْلُهُ وَلَوْ صَلَّي قَاعِدًا اِسْتَمْسَكَ فَهَلْ يُصَلِّي قَائِمًا أَمْ قَاعِدًا وَجْهَانِ اَلْأَصَحُّ قَاعِدًا حِفْظًا لِلطَّهَارَةِ وَلَا إِعَادَةَ عَلَيْهِ عَلَي الْوَجْهَيْنِ

“Penulis kitab at-Tahdzib (al-Baghawi) berkata, seandainya air kencing yang tak bisa ditahan (salas al-baul) sekiranya apabila seseorang shalat dengan berdiri maka akan mengalir salas al-baul-nya, dan jika duduk dapat tertahan, lantas apakah ia shalat dengan berdiri atau duduk? Dalam hal ini ada dua pendapat (wajh). Pendapat yang paling sahih adalah ia shalat dengan cara duduk karena menjaga kesucian. Dan ia tidak perlu mengulangi shalatnya menurut dua pendapat tersebut” (Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, Raudlah ath-Thalibin wa ‘Umdah al-Muftin, Bairut-al-Maktab al-Islami, 1405 H, juz, 1, h. 139)
Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan, semoga bisa membawa manfaat. Dan saran kami untuk mengatasi beser atau salas al-baul segeralah memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter spesialis, tabib, atau yang ahli di bidang itu. (Ahmad Mundir)